Algoritme
Genetika
Algoritme Genetika pertama kali dikembangkan oleh John
Holland dari Universitas Michigan pada tahun 1975. John Holland mengatakan
bahwa setiap masalah yang berbentuk adaptasi (alami maupun buatan) dapat
dimodelkan dan diformulasikan dalam bentuk terminologi genetika. Algoritme
genetika merupakan simulasi dari proses evolusi Darwin dan operasi genetika
atas kromosom.
Pada dasarnya
ada beberapa kondisi yang mempengaruhi proses evolusi yaitu, kemampuan
organisme atau individu untuk melakukan reproduksi, keberadaan populasi
individu yang dapat melakukan reproduksi, keberagaman individu dalam suatu
populasi dan perbedaan kemampuan untuk bertahan. Individu yang lebih kuat (fit) akan memiliki tingkat kemampuan
bertahan hidup dan reproduksi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan
individu yang kurang kuat. Pada kurun waktu tertentu atau lebih dikenal dengan istilah generasi,
populasi secara keseluruhan akan lebih banyak memuat individu yang kuat.
Dalam struktur
umum algoritma genetika teknik pencarian dilakukan sekaligus atas sejumlah
solusi yang dikenal dengan istilah populasi. Individu yang terdapat pada suatu
populasi disebut dengan kromosom. Kromosom adalah suatu solusi yang masih
berupa simbol genetik. Populasi awal dibangun dengan pembangkitan secara acak,
sedangkan populasi berikutnya adalah hasil dari proses genetika
kromosom-kromosom melalui suatu iterasi yang disebut sebagai generasi.
Pada setiap
generasi, kromosom akan melalui proses evaluasi dengan menggunakan alat
pengukur yang disebut dengan fungsi objektif atau (fitness function). Nilai fitness
dari suatu kromosom mengandung nilai yang menunjukkan dari kualitas kromosom
tersebut. Pada generasi berikutnya dikenal dengan sebutan keturunan atau (offspring) terbentuk dari gabungan 2
buah kromosom generasi sekarang yang berlaku sebagai orang tua atau induk
dengan menggunakan operator-operator genetika sepert pindah silang (crossover) dan juga mutasi.
Populasi generasi
yang baru dibentuk dengan cara melakukan seleksi nilai fitness dari kromosom orang tua dan nilai fitness dari kromosom offspring,
serta mengeliminasi kromosom-kromosom lainnya yang tidak kuat, sehingga ukuran
jumlah populasi pada setiap generasi konstan. Setelah melalui beberapa
generasi, maka algoritme ini akan menuju konvergen (Engelbrecht 2007; Jong 2006).
No comments:
Post a Comment